HOME » LIRIK LAGU » D » DEWI LESTARI » LIRIK LAGU DEWI LESTARI

Rectoverso Curhat Buat Sahabat
oleh: Dewi Lestari

X

TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA

ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
"...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam."
Sahabatku, usai tawa iniIzinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendakiSesak udara di atas puncak khayalanJangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuhPedihnya luka di dasar jurang kecewaDan kini sampailah, aku di sini...
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatkuMenanti seorang yang biasa sajaSegelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakitYang sudi dekat, mendekap tangankuMencari teduhnya dalam matakuDan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,oh dewiku..."Dan demi Tuhan, hanya itulah yangItu saja kuinginkan
Sahabatku, bukan maksud hati membebani,Tetapi...
Telah lama, kumenantiSatu malam sunyi untuk kuakhiriDan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatkuMenanti seorang yang biasa sajaSegelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakitMenentang malam, tanpa bimbang lagiDemi satu dewi yang lelah bermimpiDan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi